Wednesday, September 8, 2010

KHUTBAH AIDIL FITRI 1431 H

Khutbah Pertama


الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر...
الله أكبر... الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركون . لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده . لا إله إلا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد.

اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

Hadirin wal hadirat sidang jamaah Aidil Fitri yang dirahmati Allah swt

Pertamanya marilah sama-sama kita memanjatkan syukur yang setinggi-tingginya ke hadhirat Allah swt yang senantiasa melimpahkan rahmat dan nikmatNya kepada kita semua. Rahmat dan nikmat yang tiada terhingga banyaknya sehingga pada pagi ini kita dapat berhimpun di mesjid yang mulia ini untuk bersama-sama melaungkan takbir, tasbih dan tahmid serta melaksanakan shalat Aidil Fitri 1431 H.dengan penuh keimanan dan keikhlasan sebagaimana yang dituntut dan diperintahkan oleh islam. Nikmat Iman dan Islam ini adalah merupakan dua nikmat terbesar diantara nikmat-nikmat Allah yang juga wajib kita jaga dan syukuri. Hidup tanpa iman dan islam tiada nilai disisi Allah swt. Hidup tanpa iman dan islam laksana perahu tanpa kemudi dan tiada arah tujuan, terombang ambing, kesana kemari, resah gelisah dan akan berakhir dengan kebinasaan.Akan tetapi sekiranya iman dan islam ini dapat kita jaga dengan sbaik-baiknya Insya Allah akan memberikan ketenangan bagi hidup kita terarah sampailah kita dipanggil oleh Allah swt dalam kedaan ridho dan meridhoi.
Seterusnya Shalawat dan salam kita hadiahkan keharibaan junjungan kita nabi besar Muhammad saw. Mudah-mudahan kita tergolong diantara ummatnya yang mendapatkan syafaatnya di yaumil mahsyar kelak Amiin.. ya Rabbal ‘Alamiin…

Adapun judul khutbah kita pada pagi yang mulia ini adalah :
Air Mata Sesalan Tawa Kebahagiaan


Hadirin sidang jamaah ِِAidil Fitri yang berbahagia !
Setelah sebulan lamanya kita bersama tamu agung yaitu Ramadhan. Ramadhan datang menziarahi kita dengan membawa segala kelebihan yang berlipat ganda, membawa penawar bagi jiwa, membawa rahmat, ampunan dan pelepasan dari siksa api neraka.
Sehingga nabi saw bersabda :
من صام رمضان ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Siapa yang berpuasa dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan di ampunkan dosa-dosanya yang telah lalu”(riwayat Bukhari, Muslim)

Ramadhan datang sebagai madrasah yang mendidik insan agar keluar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Allah swt. Inilah dia sebenarnya الغاية الكبرى ( tujuan utama/terbesar) daripada disyariatkannya pusa.
Sebagaimana firman Allah swt :
يأيها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون
“Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan keatas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”(surah Albaqarah:183)

Tapi kini Ramdhan telah pergi berlalu, setiap pertemuan ada perpisahan, setiap kehidupan ada kematian, setiap sesuatu yang ada di permukaan bumi ini nantinya akan berada di perut bumi, begitulah peraturan hidup ( sunnatulhayah).
Ramadhan berlalu pergi Syawwal pula pengganti. Syawwal ini sebagai langkah bermula lembaran kehidupan kita yang baru. Hari ini bukan saja pakaian kita yang serba baru, akan tetapi yang terpenting adalah suasana hati yang punya keazaman yang baru, semangat dan tekad yang baru, hati yang bening, hati yang bersih penuh dengan cahaya nur keimanan kepada Allah swt. Semakin dalam nur keimanan ini di lubuk hati akan semakin taat insan kepada Ilahi. Hati adalah tempat tatapan Allah swt.
Sabda rasulullah saw :
ان الله لا ينظر الى صوركم ولا الي أجسادكم ولكن ينظر الى قلوبكم
“sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa bentuk kamu, jasad atau penampilan kamu akan tetapi Allah memandang kepada hati kamu”( riwayat Muslim)

Hadirin sidang jamaah aidil fitri yang dirahmati Allah !
Kalau kita perhatikan suasana manusia menjelang 1 Syawwal ini akan kita dapati beberapa keadaan manusia :
Ada yang riang gembira penuh tawa. Ada yang menangis menitikkan air mata. Ada pula yang terlihat biasa-biasa saja.
Begitulah pada zhahirnya, sedangkan pada bathinnya hanya Allah swt saja yang tahu.
Hari ini Allah swt menatap hati-hati kita. Hari ini Allah swt menatap hati para hamba-hambanya. Beruntung dan bergembiralah mereka yang selama ini membersihkan jiwa mereka dan selalu berdzikir kepada Allah swt.
Firman Allah swt:
قد أفلح من تزكى # وذكر اسم ربه فصلى
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan jiwa (dengan beriman), dan ia ingat akan nama tuhannya lalu dia bersembahyang”.(surah Al a’la :14-15)

Firman Allah lagi :
قد أفلح من زكاها # وقد خاب من دساها
“Sesungguhnya beruntunglah mereka yang mensucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya”.(surah Asysyams :9-10)

Sebulan lamanya Ramdhan bersama kita, mendidik jiwa kita supaya meletakkan dan menjadikan kepatuhan dan ketaatan sepenuhnya kepada Allah swt.
Disiang hari Ramadhan kita tinggalkan makan dan minum yang pada asalnya halal bagi kita, akan tetapi karena perintah Allah dan untuk mentaati perintah Allah kita mampu meninggalkannya.
Hubungan jenis suami isteri di siang hari asalnya halal bagi kita, tapi di siang hari Ramdhan kita mampu tinggalkan semata-mata karena mentaati perintah Allah swt.

Muslimin Muslimat sekalian !
Inilah suatu gambaran ketaatan hamba kepada Tuhannya. Sekiranya yang halal bagi kita pun mampu kita tinggalkan demi semata-mata mentaati Allah swt apalah lagi halnya dengan yang haram bagi kita yang memang merupakan larangan Allah swt.
Dibulan Ramadhan kita mampu meninggalkan kebiasaan buruk kita, seperti perbuatan mubazir,mengupat (ghibah), buruk sangka, hasad dengki,iri hati, adu domba, mendengar dan melihat atau menonton perkara-perkara yang tidak dibenarkan oleh syara’(Islam), meninggalkan shalat, menuruti hawa nafsu, mengikuti jejak langkah syaithan dsb.semuanya itu mampu kita tinggalkan dengan menggantikannya dengan amalan yang baik, seperti membaca Alquran, dzikir, shalat sunnah, shadaqah, menghadiri majelis ta’lim dan sebagainya.
Cuma pertanyaanya sekarang adalah,ماذا بعد رمضان ؟ (apa pula ceritanya setelah Ramadhan)?
Disana banyak di kalangan manusia yang kembali kepada kebiasaan buruk mereka yang semula, yang mana ini seharusnya tidak boleh terjadi. Kembali meninggalkan shalat, menuruti nafsu syahwat, mengikuti langkah jejak syaithan yang dilaknat.maka ternodalah kembali lembaran baru kehidupannya yang bersih dan suci.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahilhamd !

Muslimin muslimat sekalian!
Sebenarnya kita dilahirkan dalam keadaan bersih suci dan kita pun ingin kembali menghadap Allah Yang Maha Suci dalam keadaan suci.
Kita hanyalah menyembah Allah Tuhan Sekalian Alam, bukan menyembah Ramadhan. Ramadhan dapat lenyap tetapi Allah tetap ada dan tiada lenyap selama-lamanya. Allah tetap dipuji setiap lisan, tetap disembah di setiap zaman.
Jadi, mengapa kita bisa taat kepada Allah di bulan Ramdhan namun menentang Allah di luar bulan Ramadhan?!
Ketahuilah muslimin muslimat sekalian bahwa Ramadhan ada buahnya ,ada hasilnya. Maka sebaik-baik buah dan hasil dari Ramadhan adalah ATTAUBAH.(taubat). Taubat dari segala maksiat, taubat dari segala kejahatan, taubat dari segala keterlanjuran. Taubat berarti ruju’ yaitu kembali kepada jalan yang Allah swt ridhoi.
Taubat adalah titik tolak permulaan bagi mereka yang inginkan keampunan Allah dan titik tolak permulaan bagi mereka yang ingin menuju ketaqwaan kepada Allah swt. Dan mereka yang mendapat keampunan dan taqwa ini telah Allah sediakan bagi mereka surga yang luasnya seluas langit dan bumi.
Firman Allah swt
وسارعوا الى مغفرة من ربكم وجنة عرضها السموات والأرض أعدت للمتقين
“Dan bersegeralah kamu kepada keampunan Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa”.(surah Ali imran : 133)

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Walillahilhamd!

Telah kita sebutkan tadi bahwa titik tolak permulaan yang mesti kita jalani untuk mendapat keampunan Allah dan mencapai taqwa adalah taubat. Dengan bertaubat akan terbasuh segala dosa, membersihkan segala noda kesalahan yang pernah kita lakukan.
Oleh itu di hari yang fitri ini, mari sama-sama kita menyesali dengan serenar-benar penyesalan akan segala kemaksiatan dan kejahatan yang pernah kita lakukan, menghisab diri (muhasabah diri)sebelum kita dihisab nanti di Yaumilhisab.
Bilakah lagi kita ingin menyesali kalau bukan dari Sekarang, dari detik ini tanpa menunggu dan berlengah-lengah lagi. Menyesal dahulu bahagia kemudian, menyesal kemudian tiada guna.
يوم ينظر المرء ما قدمت يداه
“pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya” (surah Annaba’ :40)

Disaat melihat kitab (buku catatan amal)
لا يغادر صغيرة ولا كبيرة الا أحصاها
“tidak meninggalkan yang kecil dan tidak pula yang besar melainkan tercatat semuanya”( surah Alkahfi : 49)
Firman Allah swt lagi
وكل انسان ألزمناه طائره في عنقه ونخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا# اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
“Dan setiap manusia telah kami kalungkan (catatan ) amal perbuatannya di lehernya. Dan pada hari kiamat kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.”(surah Al Isra’ : 13-14)

Sayyiduna Umar ra.berkata :
حا سبوا أنفسكم قبل أن تحاسبوا
“Hisablah diri kamu sebelum kamu dihisab”

Berapa banya hak-hak Allah yang tidak kita tunaikan dan berapa banyak hak-hak sesama manusia telah kita abaikan dalam kehidupan ini.
Kita sebagai manusia yang hanya dicipta dari setitik air mani yang hina, kemudian lahir ke dunia tanpa mengetahui apa-apa, tanpa membawa apa-apa jua, kemudian membesar dan dewasa dengan izin Allah. Tiba-tiba berani merasa besar diri, berani menentang perintah Allah, melanggar larangan Allah, enggan, congkak dan tidak mau tunduk kepada arahan Allah swt.
Kita juga sebagai manusia tidak mampu hidup seorang diri, karena kita saling memerlukan antara satu dengan yang lain, seorang ibu atau bapak memerlukan anak-anaknya, anak memerlukan ibu bapanya, suami memerlukan isteri, isteri memerlukan suami, penjual memerlukan para pembeli, pembeli memerlukan penjual, ketua memerlukan anggota , anggota memerlukan ketua. akan tetapi terkadang hubungan antara satu dengan yang lain tidak harmonis, terjadi kedurhakaan dan kezhaliman, terjadi perselisihan dan permusuhan. Kalau tidak secara lahirnya secara bathinnya, kalau tidak secara bathinnya secara lahirnya.

Hadirin wal hadirat sekalian!
Dari segi keterkaitannya dosa manusia terbahagi kepada dua bahagian:
Yang pertama : Dosa yang berkaitan dengan hak-hak Allah swt
Yang kedua : Dosa yang berkaitan dengan hak-hak sesama manusia.

Dari sini, di dalam kitab Riyadusshalihin oleh imam AnNawawi disebutkan bahwa:
Wajib hukumnya kita bertaubat dari setiap dosa dan kesalahan yang terlanjur kita lakukan. Sekiranya dosa atau kesalahan itu diantara hamba dengan Allah maka taubat ada tiga syaratnya:
Yang pertama : meninggalkan perbuatan dosa tersebut. Yang kedua : menyesal telah terlanjur melakukannya. Dan yang ketiga : berazam untuk tidak lagi melakukannya untuk selamanya.
Akan tetapi sekiranya dosa atau kesalahan itu diantara kita sesama manusia maka syarat taubat menjadi empat : tiga seperti yang telah kita sebutkan tadi dan ditambah lagi satu syarat yaitu meminta halal dan kemaafan dari orang yang bersangkutan atau orang yang kita sakiti atau zhalimi.
Jika berbentuik harta hendaklah dikembalikan kepada pemiliknya, jika berbentuk tuduhan dusta hendaklah meminta kemaafannya, dan jika berbentuk upatan atau ghibah hendaklah meminta kehalalan daripadanya.

Hadirin sidang jamaah Aidil Fitri yang berbahagia !
Jika sekiranya kita tidak segera bertaubat maka selama-lamanya kita akan tetap berada dalam kegelapan dan lumpur kezhaliman sekalipun kita berada dalam suasana berhari raya seperti hari ini.
Sebagaimana firman Allah swt :
ومن لم يتب فأولئك هم الظالمون
“dan barang siapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim”(surah Al Hujarat :11)

Yang pertama : Dosa kita terhadap Allah swt.

Setiap manusia pasti punya dosa, kesilapan dan kesalahan, kecuali para nabi yang ma’shum(terpelihara daripada dosa).
Rasulullah saw bersabda:
كل ابن أدم خطاء, وخير الخطائين التوابون
“Setiap anak Adam berlumur dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat”.(riwayat :Attarmidzi, Hakim)
Berapa banyak dosa dan kesalahan kita terhadap Allah selama ini, mengabaikan perintah Allah melanggar laranganNya, bukankah kita ini hamba dan sebagai hamba semestinya patuh terhadap tuhannya?!
Allah berikan kita lautan yang terbentang luas, akan tetapi kita tetap saja tidak mensyukurinya. Allah hamparkan untuk kita tanah yang subur yang mengeluarkan berbagai macam jenis tanaman dengan izinNya, tetapi kita tetap saja tidak bersyukur akan nikmatnya.
Wajarkah seorang manusia yang diberi rezki oleh tuhannya, akan tetapi dengan rezki itu pula dia gunakan untuk berbuat maksiat kepada tuhannya…sekali-kali tidaklah wajar jawabannya.
Sekali lagi, di hari yang fitri ini saya mengajak kita semua…kembalilah kepada fitrah kita. Yaitu fitrah kita sebagai seorang hamba.
Firman Allah swt
وما خلقت الجن والانس الا ليعبدون
“Tidaklah Ku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk memperhambakan diri kepada Ku (Tuhannya).”(surah Azzariyat : 56 )

Hadirin Walhadirat sekalian!
Kalau hamba di mata manusia mungkin nampak rendah dan hina. Akan tetapi hamba dimata Allah (hamba yang memperhambakan diri kepada Allah) adalah martabat yang tertinggi dan mulia.
Semakin tunduk seseorang memperhambakan diri kepada Allah, maka akan semakin tinggi dan mulia pula derajatnya di sisi Allah Azza wajall.
Allah Maha Tinggi, Allah Maha Kaya, Allah Maha Pengampun. Oleh itu, mintalah keampunan daripada Allah swt.

Firman Allah swt:
يايها الذين أمنوا توبوا الى الله توبة نصوحا عسى ربكم أن يكفر عنكم سيئاتكم ويدخلكم جنات تجري من تحتها الأنهار

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan mengampunkan segala kesalahan kamu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai”(surah Attahrim:8)

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Walillahilhamd!

Betapa pemurahnya Allah. Mereka yang berlumur dosa, dengan taubat kepadaNya Allah akan hapuskan segala dosanya.
Juga disebutkan di dalam hadits, rasul saw bersabda:
التائب من الذنب كمن لا ذنب له
“seseorang yang bertaubat daripada dosanya seperti tiada dosa lagi baginya”(riwayat Ibn Majah, Tabrany)

Bukan itu saja, bahkan Allah sediakan baginya surga yang di bawahnya sungai-sungai yang mengalir, tetapi yang anehnya mengapa manusia enggan bertaubat kepadaNya, mengapa manusia tidak mau kembali kepadaNya, kembali ke jalan yang diridhoi Allah Azza wa Jall.
Pintu taubat senantiasa terbuka sebanyak manapun dosa dan kesalahan yang kita bawa. Dengarlah hadits saw yang berbunyi:
ان الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر
“sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba sebelum dia mengalami ghargharah(sebelum ruh sampai di kerongkongan)”(riwayat Tarmidzi, Ibn Majah)

Maslahnya hadirin sekalian, kita tidak tahu bilakah maut datang menghampiri kita, karena ajal datang tidak berpesan, tidak mengenal tua ataupun muda.
Berapa banyak telah kita saksikan dan kita dengar, satu demi satu seorang demi seorang sahabat-sahabat kita kawan karib kita wafat dipanggil Allah swt mendahului kita.
Kemarin kita masih bergurau senda bersamanya, saling tertawa berbagi cerita. Tetapi kini hanya pusara yang kita dapati, sunyi redup nan sepi.
Oleh itu sebelum terlambat, sebelum ruh sampai ditenggorokan (ghargharah), selagi hayat masih dikandung badan, sebelum jasad dihimpit bumi, mari kita rebut peluang ini untuk bertaubat kepada Allah swt.kembali ke pangkal jalan , jalan yang diridhoiNya

Allahu Akbar….Allahu Akbar…Allahu Akbar walillahilhamd!

Kemudian yang kedua : Dosa kita antara sesama manusia

Muslimin Muslimat sekalian!
Dosa kita kepada Allah mungkin mudah dimaafkan karena Allah swt Maha Penerima Taubat dan Maha Pengampun.
Yang sukarnya adalah dosa dan kesalahan kita antara sesama manusia. Bagaimana sikap kita yang ingin bertaubat sedangkan kita terlalu banyak dosa dan kesalahan terhadap orang lain, kita sakiti mereka dengan lidah kita, kita sakiti mereka dengan tangan kita, kita sakiti mereka dengan mencuri harta mereka, memakan hak mereka secara bathil.
Berapa ramai manusia yang hatinya cedera dan terluka di sebabkan lidah atau mulut kita.
Berapa ramai diantara manusia yang berbicara dengan ribuan kalimat setiap hari, lidahnya laksana Gergaji yang maju mundur, maju dia makan dan mundur pun dia makan juga, menceritakan hal keburukan orang, ini ghibah namanya, bukankah Allah swt telah berfirman dalam surah Alhujarat ayat 12 yang bermaksud :
“dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebahagian yang lain, apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?tentu kamu merasa jijik”.
Berapa ramai diantara manusia yang menyakiti jirannya, sedangkan menyakiti jiran itu sama seperti menyakiti Allah dan rasulNya.
Sabda nabi saw:
من آذى جاره فقد آذاني, ومن آذاني فقد آذى الله, ومن حارب جاره فقد حاربني, ومن حاربني فقد حارب الله عز وجل
“siapa yang menyakiti jirannya sesungguhnya dia telah menyakitiku, dan siapa yang menyakitiku sesungguhnya dia telah menyakiti Allah. Dan siapa yang memerangi jirannya maka sesungguhnya dia telah memerangiku, dan siapa yang memerangiku sesungguhnya dia telah memerangi Allah Azza wa Jall”(riwayat Ibn Hibban)

Dalam perkara ini bukankah nabi kita Muhammad saw telah bersabda :
قال : أتدرون ماالمفلس؟ قالوا : المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع, فقال : ان المفلس من أمتي من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة وحج ويأتى وقد شتم هذا وقذف هذا وأكل مال هذا وسفك دم هذا وضرب هذا, فيعطي هذا من حسناته ويعطي هذا من حسناته فان فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح فى النار.

“bahwa : nabi saw bertanya kepada para sahabat, apakah kamu tahu siapakah orang yang bangkrut/rugi? Para sahabat menjawab : orang yang bangkrut/rugi menurut kami adalah orang yang tiada duit dirham dan habis harta benda, maka rasulullah saw bersabda : sesungguhnya orang yang bangkrut/rugi di kalangan umatku adalah orang yang datang di hari kiamat dengan shalatnya, dengan puasanya, dengan zakatnya, dengan hajinya dan juga dia pernah mengkeji (mengejek) orang yang ini, memberi tuduhan palsu kepada yang ini,pernah memakan harta yang ini, menumpahkan darah yang ini, memukul orang yang ini, maka akan diambil dari kebaikannya dan diberikan kepada mereka yang pernah dia keji dan caci, dan diberikan kepada orang yang pernah dia lemparkan tuduhan palsu, diberikan kepada orang yang pernah dia zhalimi dan dia pukul, dan sekiranya habis kebaikannya sebelum melunasi semua itu, maka diambil pula dosa atau kesalahan mereka tadi dan dipindahkan untuknya kemudian dia dicampakkan kedalam api neraka.(riwayat Muslim, Tarmidzi)

Betapa ruginya seseorang, kebaikan yang selama ini diusahakan di dunia, di akhirat nanti habis begitu saja dibagi-bagikan untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan antara sesama manusia. Bukan itu saja, bahkan jika kebaikan tidak cukup melunasi kesalahan-kesalahan itu maka dosa dan kesalahan mereka akan diambil dan dipindahkan kepadanya dan penghujungnya adalah api neraka. Nauzubillahi min dzalik…

Oleh itu, nabi saw menyuruh kita untuk menyelesaikan segala dosa dan kesalahan kita sesama manusia di dunia ini sebelum sampai ke mahkamah Tuhan, mahkamah yang manusia tidak berupaya lagi membuat alasan, semua anggota tubuh kita akan bersaksi di hadapan Tuhan Yang Maha Bijaksana. Seperti yang difirmankan Allah di dalam surah Yasin yang selalu kita baca:
اليوم نختم على أفواههم وتكلمنا أيديهم وتشهد أرجلهم بما كانوا يكسبون

“Pada hari ini kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka, memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu pernah mereka usahakan”. (yasin :65)
Dosa dan kesalahan kita dengan ayah dan bunda harus kita selesaikan, dosa dan kesalahan kita dengan sanak saudara harus diselesaikan, dosa dan kesalahan dengan jiran atau tetangga harus diselesaikan, dosa isteri dengan suami, suami dengan isteri ini juga harus diselesaikan.

Muslimin muslimat sekalian !
Dari itu di hari yang fitri atau kesucian ini, mari kita sama-sama saling maaf memaafkan, saling mudah memudahkan, ikhlaskan hati dengan setulus-tulusnya, yang bersalah meminta kemaafan dengan ikhlas dan yang diminta kemaafan dapat memaafkan dengan ikhlas,ambil yang jernih dan buang yang keruh, yang lalu biarlah berlalu, mari kita melangkah bersama ke depan saling bantu membantu dalam ketaatan dan mencegah kemungkaran untuk mengisi sisa usia kita yang tersisa.

Allahu Akbar… Allahu Akbar…Allahu Akbar Walillahilhamd !

Hadirin sidang jamaah Aidil Fitri yang berbahagia !
Setelah hati ini tidak lagi meruncing, setelah hati ini kembali lagi bening, bersih dan meruntun untuk taat kepada Allah swt, barulah jiwa kita ini akan terasa lapang dan tenteram dan memperolehi kemenangan di sisi Allah swt.
Firman Allah swt :
وتوبوا الى الله جميعا أيها المؤمنون لعلكم تفلحون
“dan bertaubatlah kamu wahai sekalian orang-orang yang beriman agar kamu mendapat kemenangan”(surah Annur:31)

Inilah buah yang sebenarnya harus kita petik daripada bulan Ramadhan yaitu TAUBAT kepada Allah swt, kembali kepada jalan keridhoan Allah swt. Tinggalkan dan putuskan hubungan dengan kemaksiatan serta menyesal dengan sebenar-benar menyesal untuk tidak lagi kembali mengulanginya. Dan taubat inilah yang akan membawa kita mencapai ketaqwaan kepada Allah swt.dan ketaqwaan ini akan membawa kita menuju kebahagian masuk kedalam surga terhindar dari api neraka.
Allah swt berfiman :
فمن زحزح عن النار و أدخل الجنة فقد فاز
“ Barangsiapa dijauhkan dari api neraka, dan dimasukkan kedalam surga sungguh dia telah memperoleh kemenangan”(Ali Imran :185)

Hari ini adalah hari kegembiraan bagi kaum muslimin di seluruh dunia,merayakan hari raya Aidil Fitri. Aidil Fitri yang berarti : ‘Aid : berarti kembali, Fitri : berarti kesucian, Aidil Fitri berarti kembali kepada kesucian.Gembira karena dapat kembali kepada fitrah kesucian sebagai hamba, gembira karena hati kembali suci dan bening dapat kembali bertaubat kepada Allah swt yang terkadang diiring titikan air mata penyesalan yang merupakan tanda tawa kebahagian.
Dari itu, hari ini hari Aidil Fitri yang jatuh di bulan Syawwal. Syawwal pula berarti PENINGKATAN yaitu peningkatan kebaikan, peningkata amal ibadah dan ketaatan kita kepada Allah swt.
Jadi, mari bersama kita tingkatkan kepatuhan dan ketaqwaaan kita kepada Allah swt, iringi keburukan yang telah terlanjur dengan kebaikan, dan saling memperkuat hubungan silaturrahim diantara kita. Rasul saw bersabda.
اتق الله حيثما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحها وخالط الناس بخلق حسن
“bertaqwalah kamu dimana pun kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaikan (kebaikan itu akan menghapuskan keburukan) dan bergaullah dengan manusia dengan Akhlak yang baik.
Maka,dalam kegembiraan dan keriangan kita menyambut عيد الفطر ini hendaknya janganlah kita lupa bahawa hari raya kita kaum muslimin adalah ibadat bukan adat,yaitu peningkatan ibadat kepada Allah swt bukannya sekedar upacara tahunan yang dirayakan secara turun temurun, bukan pula pesta kebebasan yang keluar dari batas-batas syara’ (yang disyariatkan oleh islam ) Maka oleh itu Syawwal datang pengganti Ramadlan yang berarti Peningkatan ini, marilah sama-sama kita tingkatkan amal ibadah kepada Allah swt lebih daripada hari-hari sebelumnya, peningkatan lebih mendekatkan diri kepada Alah, peningkatan dari segi mentaati Allah dan menjauhi larangan Alah. Peningkatan kasih sayang antara sesama manusia. Kasih sayang antara anak dan ibu bapa semakin baik, kasih sayang antara suami isteri semakin baik, antara jiran tetangga semakin baik, antara atasan dan bawahan juga tingkatkan kepada yang lebih baik . Saling bertolak angsur dan berlapang dada, saling sempurna menyempurnakan, memahami bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini melainkan para nabi yang ma’shum, setiap kita ada kekurangan dan disisi lain ada kelebihan.

Allahu Akbar…Allahu Akbar…Allahu Akbar Wa Lillahilhamd !

Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan. Mudah-mudahan khutbah yang singkat ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Dan Yang baik itu semuanya datang daripada Allah swt, segala kekurangan datangnya daripada saya sebagai manusia biasa.dan pada hakikatnya baik dan buruk itu daripada Allah swt jua.
بارك الله لى ولكم بالقرءان العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايات والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هوالسميع العليم

أقول قولى هذا وأستغفرالله لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات فاستغفروا الله العظيم من كل ذنب انه هو الغفور الرحيم.


Khutbah Kedua


الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر... الله أكبر ولله الحمد.
الحد لله الذي بذكره تطمئن القلوب, وبا متثال اوامره تثلج الصدور, نحمده سبحانه وتعالى ونشكره, ونثنى عليه ونكبره, ونستهديه ونستغفره, ونستنجد به ونعظمه, ونتوكل عليه ونستلطفه.
أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, وصفيه من خلقه وحبيبه, بلغ الرسالة, وأدى الأمانة, ونصح الأمة وجاهد في سبيل الله حتى آتاه اليقين.
ونصلى ونسلم على المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم, وعلى آله وأصحابه ومن دعا بدعوته, واقتدى بسنته, وجاهد في سبيله الى يوم لا ريب فيه.
أما بعد , فيا عباد الله ! : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوىَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وقال تعالى : ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب.

ان الله وملائكته يصلون على النبى, يأيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد, وعلى آل سيدنا محمد, كما صليت على سيدنا ابراهيم, وعلى أل سيدنا ابراهيم, وبارك على سيدنا محمد, كما باركت على سيدنا ابراهيم, وعلى آل سيدنا ابراهيم في العالمين انك حميد مجيد.
وارضى اللهم عن ساداتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين

Akhirnya, hadirin sekalian! marilah kita tutup khutbah ibadah shalat Ied kita pada hari ini dengan berdo’a.Marilah sama- sama kita menadahkan tangan memohon kepada Allah Yang Maha Kuasa.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.

Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan do’a

Ya Allah… Yang Maha Mendengar, Maha Menatap, Maha Menyaksikan pertemuan ini.. Engkaulah Allah Yang Maha Tahu atas diri kami yang sebenarnya, tiada yang tersembunnyi bagiMU Ya Allah Yang Maha Agung… Engkau tahu setiap lirikan mata dan niat di balik lirikan…Engkau tahu apa yang ada dalam benak peikiran kami, Engkaulah Tuhan Yang Maha Mengetahui setiap tutur kata, Maha Tahu setiap dusta yang kami ucapkan.. Engkaulah Allah Yang Maha tahu setiap orang yang terluka hatinya, Engkaulah Allah Yang Maha Tahu setiap kebusukan hati kami, riya’ di balik amal-amal kami, sombong dan takabburnya diri kami.. Engkaulah Allah Yang Maha Tahu segala kedengkian di hati ini terhadap orang yang diberi rizki oleh Mu…Engkau Maha Tahu maksiat yang terang-terangan maupun maksiat yang sembunyi- sembunyi. Saat ini kami dihargai bukan karena kemuliaan yang kami miliki, akan tetapi kami semua dihargai karena Engkau masih menutupi kebusukan kami yang sebenarnya, andaikata Engkau berkehendak membeberkannya tiada satupun yang dapat mengahalangnya.
Ya Allah…hanya Engkaulah yang memebuat kami masih dihargai orang lain, amal yang kecil dan sederhana Engkau tampakkan kepada orang lain sehingga orang lain mengangguk, menghormati dan menghargai kami.
Ya Allah ! andai kata esok lusa hidup kami berakhir, maka tiada satupun yang dapat menyelamatkan kami selain karunia Mu ya Allah…amal yang kami miliki,…sholat jarang khusuk itupun hanya sisa waktu, amal shadaqah kami hanya sisa uang, andai kata kami menolong dan berbuat kebaikan jarang ikhlas. Puasa yang kami lakukan di bulan ramadhan pun kadang hanya perut saja yang puasa, mata tidak pernah berpuasa, hati tidak berpuasa.
اللهم تقبل منا صلاتنا وصيامنا وقيامنا وسائر أعمالنا يا أرحم الراحمين
.
اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.

Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampunan. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ

Ya Allah, perbaikanlah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaikkanlah dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikkanlah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اللهم اجعلنا من العائدين الفائزين المقبولين اللهم نسألك الخير فى كله عاجله وآجله ما علمنا منه وما لم نعلم ونعوذ بك من الشر فى كله عاجله وآجله ما علمنا منه وما لم نعلم
ربنا ظامنا أنفسنا وان لم تغفرلنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
Ya Allah…ampuni jika selama ini kami kami sering mengkhianati Mu ya Allah… meremehkan keagungan mu menyia-nyiakan nikmat dari Mu, ampuni segala kezhaliman dan kedurhakkaan kami kepada kedua orang tua kami,Engkaulah yang Maha Tahu perasaannya, mereka yang sealu tabah mengasuh dan menjaga kami sejak kami kecil ya Allah,selamatkan ibu bapak kami ya Allah, shalehkan sisa usianya, berikan kesempatan kepada kami untuk membahagiakan dan memuliakannya, jadikan akhir hayatnya husnul khatimah ya Allah, lindungi dari fitnah kubur, hindarkan dari fitnah jahannam.
اللهم اغفرلنا ولوالدينا وارحهما كما ربيانا صغارا.
ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين اماما
Ya Allah… ampuni seluruh anggota keluarga kami, Engkaulah Yang Maha Tahu keadaan rumah tangga kami. Jadikan para suami menjadi suami yang jujur,dan yang shaleh , yang dapat mempertanggungjawabkan rumah tangganya di hadapanMu.jadikan para suami yang dapat memberikan nafkah yang halal pada kami ya Allah, jangan biarkan kami meracuni keluarga kami dengan harta yang haram.
Ya Rabb … jadikan para muslimah, yang menjadi isteri hamba-hamba Mu ini menjadi isteri yang shalehah, isteri yan mulia akhlaqnya, isteri yan dapat menjadi penyejuk rumahtangga kami, isteri yang dapat membimbing keluarga bahagia dunia dan akherah.
Ya Allah…titipkan kepada kami keturunan yang lebih baik daripada kami, jangan biarkan terlahir dari kami makhluk durjanah, beri kesanggupan kepada kami untuk mendidik anak-anak dengan benar ya Allah, , muliakanlah akhlaknya lembutkanlah hatinya, jadikanlah hari-harinya menabur doa untuk kami, lindungi dari fitnah zaman yang menjerumuskannya, lindungi dari orang-orang yang akan mencelakakanya, lindungi dari kesesatan yang membinasakannya, utuhkan keluarg kami sampai kesurga Mu ya Allah..

Ya Allah… Ampuni para ulama dan guru-guru kami, dan orang-orang yang berbuat baik kepada kami….
ya Allah…selamatkan orang-orang yang pernah kami sakiti selama ini, ampunilah dan buatlah mereka bisa memaafkan kami… juga ampuni orang-orang yang pernah menyakiti kami ya Allah, jadikan kami menjadi pemaaf yang tulus.


اللهم آت نفوسنا تقواها وزكها أنت خير من زكاها أنت وليها ومولاها .

اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه ، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه. اللهم إنا نسالك الهدى والتقى والعفاف والغنى. اللهم ارفع مقتك وغضبك عنا . اللهم لا تدع لنا في مقامنا هذا ذنبا إلا غفرته ولا هما إلا فرجته ولا دينا إلا قضيته ولا حاجة من جوائج الدنيا إلا قضيتها ويسرتها يا رب العالمين. اللهم أعز الإسلام والمسلمين وأذل الشرك والمشركين ودمر أعداءك أعداء الدين.

ربنا لا تؤاخذنا ان نسينا أو أخطانا. ربنا ولا تحمل علينا اصرا كما حملته على الذين من قبلنا. ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به. واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين.
اللهم انا نسئلك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخاتك والنار اللهم انك عفو كريم تحب العفو فاعف عنا.
رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. آمين...آمين...آمين يا رب العالمين.

الله أكبر... الله أكبر...
الله أكبر... الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركون . لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده . لا إله إلا الله والله أكبر . الله أكبر ولله الحمد.

Disusun oleh : J H
Cairo, Mesir 19 Ramadhan 1431 H/ 29 Agustus 2010.
Related Posts with Thumbnails