
ISLAM menganjurkan kepada penganutnya supaya bersegera dalam melakukan kebaikan dan ketaatan, serta dapat mendahulukan kepentingan yang utama ( aulawiyyat) daripada yang lainnya. Ini semuanya agar seorang muslim tidak tertipu dengan kenikmatan dunia yang terbatas dan melupakan kenikmatan akhirat yang tiada batas. Renungkanlah firman Allah SWT yang bermaksud :
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa ( Al Imran :133)
Janji yang tidak tertunaikan, amanah yang tidak tersempurnakan, tugas atau pekerjaan yang tidak terselesaikan, kerugian dan penyesalan, ini semua disebabkan oleh adanya sikap Tasweef serta tidak menggunakan sepenuhnya kesempatan dan masa yang diberikan. Bukanlah seseorang itu tidak cukup masa akan tetapi seseorang itulah yang sebenarnya tidak pandai menggunakan masa.
MAKNA TASWEEF
التأخير والمماطلة، يقال: سوَّف يسوف أي: أخر يؤخر، فتراه يؤجل العمل ولا يسرع في تنفيذه
''Mengakhirkan dan menunda-nunda, atau dikatakan tidak bersegera melaksanakan suatu pekerjaan''. Dan yang kita maksud disini adalah mengakhirkan atau menunda-nunda pelaksanaan suatu pekerjaan atau tuntutan tanpa ada keuzuran yang dibenarkan.
Sikap selalu menunda – nunda ini terkadang berlaku di berbagai bentuk dan sudut kehidupan. Janji yang di janjikan terkadang tidak di tepati pada waktunya bahkan terabaikan begitu saja. Tugas dan amanah terkadang di lengah - lengahkan sehingga banyak tugas- tugas yang terbengkalai dan banyak amanah yang tidak terlaksana.
Pelaku maksiat ('Ashi) atau seseorang yang punya kebiasaan buruk mungkin berkata : Aku akan bertaubat atau esok aku akan bertaubat. Akan aku tinggalkan atau setelah begini..begini…baru akan aku tinggalkan, hari demi hari berlalu namun tiada perubahan bahkan sampai kepada mautnya yang datang tiada disangka atau di jangka. Firman Allah SWT :
"Dan tidaklah tobat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang" Dan tidak (pula diterima tobat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih ''(An Nisaa' ayat : 18 ).
Dan sulit juga untuk dinafikan bahwa penyakit ini juga berjangkit kepada muslim yang menunda –nunda shalatnya di kala waktu telah tiba dan suara azdan telah bergema. Maka di sini akan nyata dikalangan hamba yang mementingkan kehendaknya daripada memenuhi panggilan Allah SWT Sang Pencipta. ''Lafaz Takbir (ALLAHU AKBAR) bukan hanya syiar yang di kumandangkan, akan tetapi ALLAHU AKBAR bermakna wahai akhi muslim : engkau menjadikan perkara dunia ini kecil di matamu yang besar hanyalah Allah SWTsemata. Sekiranya di hadapkan kepadamu harta benda, pangkat dan kedudukan, atau dunia dan seisinya yang menggoncangkan agama mu berpeganglah dengan agama mu dan Allah Maha Besar daripada harta kekayaan, Allah Maha Besar daripada kedudukan, dan Allah Maha Mesar daripada panggilan syahwat dan keinginan''.( dr Yusuf Al Qaradlawy)
Walau bagaimanapun shalat di awal waktu adalah perkara yang lebih afdlal, karena shalat merupakan tiang agama, orang yang sentiasa memelihara shalatnya mencerminkan kesuksesan dan kekukuhan agamanya.
وعن ابن مسعود رضى الله عنه قال: سألت رسول الله أيّ الأعمال أفضل؟ قال : الصلاة على وقتها. قلت: ثم أي؟ قال : بر الوالدين قلت: ثم أي؟ قال: الجهاد في سبيل الله". (متفق عليه).
Dari ibn Mas'ud ra. Dia berkata : aku bertanya kepada rasulullah saw. Apakah amalan yang paling afdlal ? rasul SAW menjawab : shalat pada awal waktunya, kemudian apa ya rasulallah? rasul SAW menjawab : berbuat baik kepada kedua ibu bapa, kemudian apa ? rasul SAW menjawab jihad fi sabilillah. ( Imam Bukhari, Imam Muslim )
DIANTARA SEBAB-SEBAB TIMBULNYA SIKAP TASWEEF
1.Keluarga yang kurang berdisiplin dan Berteman dengan orang-orang yang pemalas dan selalu berlengah-lengah.
قال صلى الله عليه وسلم :المرء على دين خليله, فلينظر أحدكم من يخالل (أبو داود و الترمذي)
Rasulullah SAW telah bersabda : "seseorang itu diatas anutan ( jejak ) temannya, maka hendaklah diantara kamu benar – benar meneliti dengan siapa dia berteman". (Riwayat Imam Abu Daud Dan Imam At tarmidziy)
2. Lemahnya kemahuan atau bermalas – malas diri. Ini termasuk jenis nafsu manusia yang buruk yang disebut ( An Nafs Ammarah Bis Suu') yang kecenderungannya memembawa manusia untuk suka berehat dan memngikuti keinginan syahwat, serta tidak suka kepada mujahadah dan sedikit kesusahan ( masyaqqah).
3. Panjang angan – angan serta lupa akan kematian dan hari akhirat.
''Ketahuilah olehmu bahwa seseorang yang akan menemui dua orang saudaranya yang satu akan ditemuinya esok hari dan yang satu lagi akan ditemuinya sebulan atau setahun lagi, tentu ia akan siap bersedia bagi menyambut saudaranya yang akan ditemuinya di esok”. Bersedia untuk perkara yang lebih dekat atau yang hampir.( Imam Al Ghazali )
''Sesungguhnya setiap manusia yang kluar dari rumahnya tidak mengetahui apakah ia kembali dalam keadaan hidup atau mati, ia keluar tidak mengetahui apakah ia kembali membawa atau ia yang dibawa. Sesungguhnya baju yang di pakai kamu tidak tahu apakah tanganmu yang akan melepaskannya atau terlepas di tangan si pemandi mayat''.( Yusuf Al Qaradlawy)
4. Menganggap ringan suatu perkara dan tidak mengambil berat kepada perkara yang utama ( aulawiyyat). ''sebenarnya setiap musibah yang menimpa seorang hamba di sebabkan oleh tindak kejahatannya, maka seringkali hamba yang meringan-ringankan perkara akhirat dan ia juga takut siksaan Allah di dunia kebanyakan disebabkan kecuaian dan kebodohannya"( Imam Al Ghazali).
SEBAHAGIAN KESAN DAN BAHAYA TASWEEF
1.Kerugian dan penyesalan pada waktu dimana disana tiada lagi berguna penyesalan. Firman AllahSWT:
''Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin ''( As Sajdah : 12).
''Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh''.( Al Munafiqun : 10)
"Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong ( lagi )". ( Azzumar : 54).
2. Menumpuk dosa dan pekerjaan , sehingga sukar baginya untuk bertaubat begitu juga dalam menyelesaikan pekerjaan.
3.Terdinding daripada bantuan dan petunjuk Allah SWT, karena Allah SWT tidak akan memberi bantuan dan petunjuk bagi mereka yang bermalas- malas. Dan bantuan Allah swt akan diberikan kepada orang-orang yang punya mujahadah mendekatkan diri kepadaNya. Firman AllahSWT :
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik".( Al Ankabut : 69).
PENCEGAHAHAN SIFAT TASWEEF
1.Perlunya pengawalan diri dan punya 'Azam yang kuat. Tiada hari tanpa amal kebaikan karena di akhirat tiada lagi amal melainkan balasan. Letih dan penat hari ini untuk berehat di esok hari lebih baik bagimu daripada berehat hari ini dan berpenat letih di esok hari.
2.Menjauh daripada teman pemalas dan suka bertangguh - tangguh. Perhatikanlah hadits SAW :
"مثل الجليس الصالح والجليس السوء، كحامل المسك ونافخ الكير، فحامل المسك إما أن يحذيك وإما أن تبتاع منه، وإما أن تجد منه ريحاً طيبة، ونافخ الكير إما أن يحرق ثيابك وإما أن تجد منه ريحاً خبيثة"( متفق عليه)
yang bermaksud ''perumpamaan berteman dengan orang yang shaleh dan tidak shaleh adalah seumpama pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi, sama ada pembawa minyak wangi akan memberimu atau kamu membeli darinya ataupun kamu hanya mendapatkan keharumannya. Sedangakan seorang tukang pandai besi sama ada akan membakar pakaianmu ataupun kamu terhidu bau yang tidak sedap.
3. Selalulah ingat kematian dan hari akhirat. Kematian itu akan datang dengan tiba –tiba. Maka bersegeralah dalam beramal shaleh. Rasul SAW bersabda :
وعن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لرجل وهو يعظه :"اغتنم خمسا قبل خمس : شبابك قبل هرمك ، وصحتك قبل سقمك ، وغناك قبل فقرك ، وفراغك قبل شغلك ، وحياتك قبل موتك " رواه الحاكم .
Dari Ibn Abbas RA. Ia berkata: telah berkata rasulullah SAW kepada seorang lelaki seraya mengingatkannya: rampaslah yang lima sebelum datang yang lima: masa muda mu sebelum datng masa tua mu, masa sehat mu sebelum datang masa sakit mu, masa kaya mu sebelum datang masa fakir mu, masa lapang mu sebelum datang masa sibuk mu, masa hidup mu sebelum datang kematian mu. ( Riwayat Imam Al Hakim ).
وعن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال : " خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : يا أيها الناس توبوا إلي الله قبل ان تموتوا ، وبادروا بالإعمال الصالحة قبل ان تشغلوا ." رواه ابن ماجة .
Dari Jabir bin Abdullah RA. Ia berkata: telah berkhutbah rasulullah SAW di hadapan kami maka beliau SAW berkata: wahai manusia! Bertaubatlah kamu kepada Allah sebelum datang kematian mu, dan bersegeralah kamu melaksanakan amal – amal Shaleh sebelum datang masa sibuk mu. (Riwayat Ibn Majah).
Akhirnya, semua perubahan yang di inginkan bersumber dari dorongan jiwa ( dalaman ), jiwa yang lemah akan menghasilkan tindakan yang malas dan lambat, dan jiwa yang kuat akan menghasilkan tindakan yang cergas dan cepat. Firman Allah SWT dalam surah :
Sesungguhnya Allah tidak akan merobah sesuatu kaum sehingga kaum itu merubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri.
''perubahan pada suatu ummat tidak akan terjadi melainkan dengan merubah individu, perubahan tidak akan terjadi pada individu melainkan dengan merubah jiwa ( dalaman), dan perubahan jiwa tidak akan sempurna melainkan dengan tarbiyah dan takwin''. (Hasan Al Banna).
Sumber :
Alquran Al Karim, Hadits Nabi SAW.
Ihya' ulumuddin, imam Alghazali.-Khutab As Syeikh Al Qaradlawy, juzu' 7.-At Tasweef Fi Manzhuril Islami, Dr Nadiah Muhammad Sa'id. -Falnabda' bianfusina, Dr Majdi Hilali.
Di susun oleh :
JH

